sari-pan.jpg

Yang namanya gratisan, biasanya selalu menyenangkan. Apalagi jika itu undangan makan, tentu susah ditolak kan? *Eh, ngomong-ngomong soal diajak makan gratis, memangnya ada yang nda suka gitu?*

Seperti kebanyakan pabrik-pabrik di kota metropolis ini, penggunaan hotel untuk kegiatan rapat-rapat atau pelatihan atau kegiatan semacam itu adalah hal yang sudah biasa dan dianggap wajar. Dalam kasus pabrik saya, 30 hari kalender dalam setahun kegiatan kami sudah pasti dilakukan di situ. Dan itu belum termasuk kegiatan non rutin lainnya. Jadi ya sudah seperti rumah kedua. Tapi… itu dengan catatan, bagi yang betah. Ya, ndeso memang. Saya ndak pernah betah di sana. Meski sudah dua tahun lebih seperti ini, tetap saja saya ndak betah yang namanya tinggal di hotel.

Nah, begitu seringnya menggunakan layanan hotel sebelah pabrik, sampai-sampai kami yang cuma tukang wedang pun sangat dikenal oleh para mereka. Mulai dari bagian keamananan di lobi, tukang jaga keluar masuk barang di bagian belakang hotel, tukang bersih-bersih kamarnya, tukang angkut koper, tukang catut di resepsionis, hingga pelayan makan. Ya, semacam perasaan solidaritas sesama tukang gitu lah.

Perkara hal ini mengakibatkan pemborosan anggaran, saya ndak begitu paham. Lha wong selama ini saya lebih sering cuma dijadikan pelengkap saja kok. Maksudnya, baru ikut kalo ada seksi yang membutuhkan kerja otot. Termasuk otot mulut (alias makan) maksudnya. hehehe.

Akibatnya? Ya apalagi kalo bukan menggendut? Eh, membesar maksudnya.

Byuh, byuh, byuh!

Lokasi: Fiesta - Sari Pan Pacific