Yang namanya gratisan, biasanya selalu menyenangkan. Apalagi jika itu undangan makan, tentu susah ditolak kan? *Eh, ngomong-ngomong soal diajak makan gratis, memangnya ada yang nda suka gitu?*
Seperti kebanyakan pabrik-pabrik di kota metropolis ini, penggunaan hotel untuk kegiatan rapat-rapat atau pelatihan atau kegiatan semacam itu adalah hal yang sudah biasa dan dianggap wajar. Dalam kasus pabrik saya, 30 hari kalender dalam setahun kegiatan kami sudah pasti dilakukan di situ. Dan itu belum termasuk kegiatan non rutin lainnya. Jadi ya sudah seperti rumah kedua. Tapi… itu dengan catatan, bagi yang betah. Ya, ndeso memang. Saya ndak pernah betah di sana. Meski sudah dua tahun lebih seperti ini, tetap saja saya ndak betah yang namanya tinggal di hotel.
Nah, begitu seringnya menggunakan layanan hotel sebelah pabrik, sampai-sampai kami yang cuma tukang wedang pun sangat dikenal oleh para mereka. Mulai dari bagian keamananan di lobi, tukang jaga keluar masuk barang di bagian belakang hotel, tukang bersih-bersih kamarnya, tukang angkut koper, tukang catut di resepsionis, hingga pelayan makan. Ya, semacam perasaan solidaritas sesama tukang gitu lah.
Perkara hal ini mengakibatkan pemborosan anggaran, saya ndak begitu paham. Lha wong selama ini saya lebih sering cuma dijadikan pelengkap saja kok. Maksudnya, baru ikut kalo ada seksi yang membutuhkan kerja otot. Termasuk otot mulut (alias makan) maksudnya. hehehe.
Akibatnya? Ya apalagi kalo bukan menggendut? Eh, membesar maksudnya.
Byuh, byuh, byuh!
Lokasi: Fiesta - Sari Pan Pacific


16 comments
Comments feed for this article
Juli 2nd, 2008 at 11:55 am
hahhaa iya sekarang gendhutan ya mas ipul…
pas kmrn ketemu di jakarta, kok jadi chubby2 gt hihihi…
Juli 2nd, 2008 at 12:54 pm
bangsari
@freewriting: iyo iki. asem tenan, ra iso mbalik neh…
Juli 3rd, 2008 at 10:31 pm
Rafki RS
Weleh…weleh. rupanya berpengalaman keluar masuk hotel juga Bang Sari kita ini.
Juli 4th, 2008 at 8:19 am
hanny
jadi, makan apa saja???
*entah kenapa makanan hotel terkadang suka terasa aneh di lidah, ya. atau saya yang aneh* hehehehe
Juli 5th, 2008 at 5:06 am
Seorang Pemalas
Sesuai tagline blog sampeyan, disukuri saja.
Juli 7th, 2008 at 11:52 am
ku(n)til(a/e)nak
hhhhhhmmmmmmm……
Juli 7th, 2008 at 3:42 pm
ayo sekolah!
wah mpantesan makin ndud..
hihihi …gPP tambah.. cekci..
kaborrr..P
Juli 10th, 2008 at 9:47 am
pantes makin subur
Juli 10th, 2008 at 11:08 pm
norjik
yg gratis2 gitu tuh banyak yg demen, ky ane nih :d
Juli 11th, 2008 at 12:33 pm
okta sihotang
klo yang namanya gratisan mah….siapa juga yang g mau???
yakan ??
Juli 14th, 2008 at 8:20 pm
wku
wah jika sampeyan pinter bikin membesar, gimana kalo ditambah jadi ahli ‘memanjang’? sapa tahu sepeninggal Mak Erot malah sampeyan yang laku… hehe…
Juli 15th, 2008 at 11:05 am
kw
asyikkkkknya
mau mau
Juli 15th, 2008 at 4:45 pm
pindah hotel donk bos, mosok mainnya ke sebelah doank
swiss belhotel papua tuh cobain
Juli 16th, 2008 at 12:18 pm
Rawins
Dadi kangen sega rawon mburi kantore rika,
Gratisane sing ngangeni….
Juli 17th, 2008 at 11:37 am
Mutia
makan-makan? gratisan pula..hmmm…
Juli 21st, 2008 at 1:42 pm
aku nggak suka makan!