image kompasPT Kereta Api mulai hari ini, Senin (9/6), mengoperasikan kereta rel listrik atau KRL hingga menjelang tengah malam. Begitu berita yang muncul di Kompas online hari ini. Semoga jadwalnya tak bersamaan dengan kereta hantu, kata teman saya sepabrik berseloroh.

Berita ini sudah pasti menjadi salah satu dari sedikit berita menggembirakan yang ada di ibu kota nJakarta. Lha bagaimana tidak? Hampir setiap hari, kita hanya disuguhi berita-berita yang kurang menyenangkan. Tentang harga barang yang naik lagi, inflasi yang tambah tinggi, demo-demo yang rusuh, Ahmadiyah yang jadi bulan-bulanan, kriminalitas dan sebagainya.

Coba perhatikan, semenjak reformasi, berita yang ditampilkan media lebih banyak yang miring-miring. Setidaknya begitulah yang saya tahu. Dan jangan lupa, itu sudah berlangsung sepuluh tahun lho. Artinya, selama sepuluh tahun itu pula, masyarakat kita diajari untuk berfikir negatif, skeptis. Ekstremnya, hopeless.

Lha apa iya, semboyan bad news is good news masih akan dipertahankan untuk seterusnya? Bukankan informasi buruk yang disampaikan terus menerus akan menjadi kebenaran? Ngono ya ngono, ning mbok ya ojo ngono, kata petuah jawa. Maksudnya kira-kira, masa sih ndak bisa kasih alternatif yang lebih bagus?

Rasanya kok aneh betul ya?