You are currently browsing the monthly archive for Juni, 2008.

bca.jpg

 

Baru tahu berita ini dari milis BHI. Website palsunya ada di sini. Coba bandingkan dengan website aslinya yang ada di sini.

Yang mengherankan, kok BCA tidak membeli saja semua domain yg kira2 rawan buat dipake penipuan macam begini ya? Bukankah lebih mendingan memborong domain-domain yang harganya tak seberapa daripada kehilangan kepercayaan nasabah?

Di kantor sedang menggejala sakit massal. Dua orang terkena demamberdarah, satu diantaranya dirawat di rumah sakit. Dua orang lagi tak masuk dengan alasan sakit, beberapa lainnya mengaku tak enak badan beberapa hari terakhir. Saya termasuk salah satunya.

Tak parah memang, cuma kepala terasa berdenyut, dan deman. Sudah minum anti demam, manggil tukang pijat keliling dan juga sekalian minta dikeroki, eh belum sembuh juga. Akhirnya, make pengobatan alternatif, minum habbatus sauda alias biji hitam yang dibawa adik saya dari mesir tahun lalu. Dalam dua hari ternyata saya sehat kembali. Emang tinggal sembuhnya aja kali ya?

 

Semoga anda sehat selalu…

image kompasPT Kereta Api mulai hari ini, Senin (9/6), mengoperasikan kereta rel listrik atau KRL hingga menjelang tengah malam. Begitu berita yang muncul di Kompas online hari ini. Semoga jadwalnya tak bersamaan dengan kereta hantu, kata teman saya sepabrik berseloroh.

Berita ini sudah pasti menjadi salah satu dari sedikit berita menggembirakan yang ada di ibu kota nJakarta. Lha bagaimana tidak? Hampir setiap hari, kita hanya disuguhi berita-berita yang kurang menyenangkan. Tentang harga barang yang naik lagi, inflasi yang tambah tinggi, demo-demo yang rusuh, Ahmadiyah yang jadi bulan-bulanan, kriminalitas dan sebagainya.

Coba perhatikan, semenjak reformasi, berita yang ditampilkan media lebih banyak yang miring-miring. Setidaknya begitulah yang saya tahu. Dan jangan lupa, itu sudah berlangsung sepuluh tahun lho. Artinya, selama sepuluh tahun itu pula, masyarakat kita diajari untuk berfikir negatif, skeptis. Ekstremnya, hopeless.

Lha apa iya, semboyan bad news is good news masih akan dipertahankan untuk seterusnya? Bukankan informasi buruk yang disampaikan terus menerus akan menjadi kebenaran? Ngono ya ngono, ning mbok ya ojo ngono, kata petuah jawa. Maksudnya kira-kira, masa sih ndak bisa kasih alternatif yang lebih bagus?

Rasanya kok aneh betul ya?

Foto

www.flickr.com