“…saya heran. kaum muslimin itu kan mayoritas di negeri ini. tapi mengapa korupsi merajalela? jawabannya, itu karena mereka tak menjalankan agamanya dengan baik. jika saja semua muslim melaksanakan agamanya dengan benar, pasti masalah-masalah negara ini akan selesai dalam sekejap. bla…bla…” (khutbah jumat tadi siang)
Kemudian justru saya yang balik terheran-heran. Apa khotib itu ndak tahu ya, bahwa khutbah semacam itu sangat basi? Bagaimana mungkin mengharapkan orang senegara melaksanakan sesuatu tanpa adanya aturan yang memaksa? Lha, wong sudah ada hukum yang tertulis saja masih banyak penyelewengan, bagaimana mungkin hanya dengan mengharap njur semuanya berjalan dengan baik?
Saya jadi ingat dengan perilaku para petinggi negara yang masih hobi menghimbau. Himbauan supaya berhemat energi, supaya peduli dengan rakyat miskin, supaya, supaya dan supaya yang lain-lain. Lha, lalu untuk apa mereka dijadikan petinggi negara? Bukannya mereka diberi amanah memang diperuntukkan melaksanakan aturan yang saudah disepakati bersama?
Lantas apa bedanya dengan utopia aneh di masa lalu: “jika semua orang melaksanakan Panca Sila dan P4 dengan baik, negara ini dijamin pasti negara ini lancar jaya”?. Nyatanya, negara ini ya begini-begini saja…
Angan angan yang aneh….

11 comments
Comments feed for this article
Mei 26th, 2008 at 3:02 pm
Wah… abang koq marah2 gitu…
Abang macam gak tahu aja sekarang..
Para khatib pun sudah kayak2 politikus sekarang ni
apalagi kalau ada momen PIlkada
Wuiihh yang khotbah malah kayak Tim Sukses Calon aja..
Itu la.. bang Budaya Himbau yang lagi ngetrend
adepopay@yahoo.com
akonak.dagdigdug.com
Mei 27th, 2008 at 2:22 pm
Fitra
Ahhh….yaa susah kalo agama dicampur adukkan sama negara….coba tuh seksi kerohanian satu partai yang juga duduk di kursi DPR kemudian bikin pelem nyokep sama penyanyi dangdut (ahh pake rahasia segala namanya Yahya Zaini *kabuuuuuuurrr* hihihihi)…..naaahh yang beragama aja begini mentalitasnya….kok ya diandalin buat ngopeni negoro….yo…utopia emang…..
Mei 29th, 2008 at 8:44 am
kw
memang berat mas praktek jadi orang baik.
Mei 29th, 2008 at 11:34 am
daniel
semuanya memang sudah menjadi kebudayaan mas. budaya korupsi, budaya pelanggaran lalu lintas, budaya membuang sampah sembarangan, budaya penipuan dll. memang sulit untuk mengubah sesuatu yg sudah menjadi kebudayaan mas…
Juni 4th, 2008 at 4:59 pm
torasham
mungkin sudah saatnya di “tebang” kali yah negara ini..? kan kalau sudah terlalu banyak benalunya harus di tebang trus tanam pohon baru……:D
Juni 5th, 2008 at 2:42 pm
bangpay
matur nuwun, bangsari….
—kapan2 mau nganter saya ke bangsari? saya nabung dulu buat pulang ke jawa….—
Juni 5th, 2008 at 7:08 pm
oon
ya gitu deh, sudah ngaku muslim, malah ikutan ritual ini itu aja masih korup apalagi kalau gak punya keyakinan sama sekali :p
Juni 6th, 2008 at 12:42 pm
suprie
susah memang cari khotbah yang berkualitas….
Juni 6th, 2008 at 5:02 pm
Sakura
itu lah dia…aneh nya manusia…menghimbau orang lain, tapi tidak bisa menghimbau diri sendiri itu kan aneh namanya….
Juni 8th, 2008 at 11:09 pm
Rafki RS
Sungguh disayangkan bahwa para pengkhotbah sekarang sangat jarang yang meng-update ilmunya. Kebanyakkan ustadz hanya menyampaikan yang itu-itu saja, tanpa berusaha memperluasnya. Mestinya ustadz juga harus direformasi nih.
Juni 9th, 2008 at 3:57 pm
dini
udah pemerintah indonesia jual aja ama jepang.. kalo yang ngelola japanese kan pake hukum samurai tuh… yang gak mampu bisa harakiri … hehehe
lagian khotib kan juga manusia hihihi…