Kang Bihin, petani penggarap, yang selalu mengerjakan sawah keluarga kami selama puluhan tahun dari jaman simbah saya masih hidup hingga sekarang. Setiap menyerahkan hasil panen kepada ibu saya baik padi, palawija maupun yang lain, panen yang bagus maupun jelek, selalu disertai pengantar:

“Alhamdulillah Gusti Pangeran isih pareng paring rejeki kalih kula. Kiye bagiane ibune… (Alhamdulillah Tuhan masih memberikan rejeki pada saya. Ini bagian untuk ibu)”.

Tak lupa pula disertai hitung-hitungan jumlah timbangan hasil panennya, zakat yang dikeluarkan, serta berapa bagian masing-masing.

Al-hamdulillah, sebuah cara sederhana untuk menyatakan terima-kasih pada Gusti Pangeran yang maha-asih