Kang Bihin, petani penggarap, yang selalu mengerjakan sawah keluarga kami selama puluhan tahun dari jaman simbah saya masih hidup hingga sekarang. Setiap menyerahkan hasil panen kepada ibu saya baik padi, palawija maupun yang lain, panen yang bagus maupun jelek, selalu disertai pengantar:
“Alhamdulillah Gusti Pangeran isih pareng paring rejeki kalih kula. Kiye bagiane ibune… (Alhamdulillah Tuhan masih memberikan rejeki pada saya. Ini bagian untuk ibu)”.
Tak lupa pula disertai hitung-hitungan jumlah timbangan hasil panennya, zakat yang dikeluarkan, serta berapa bagian masing-masing.
Al-hamdulillah, sebuah cara sederhana untuk menyatakan terima-kasih pada Gusti Pangeran yang maha-asih…

4 comments
Comments feed for this article
Maret 28th, 2008 at 12:29 am
Paman Tyo
lha kok kamu panggil kang? bukannya paklik atau pakde, gitu poul?
Maret 31st, 2008 at 11:00 am
Latree
karena Allah sudah berkata, barang siapa bersyukur, akan ditambahNya nikmat dari Nya…
Maret 31st, 2008 at 12:37 pm
dawud
Hidup tanpa sodaqoh atau zakat, bagaikan kita makan ayam mentah2 bersama kotorannya. Jadi, sodaqohlah yang akan membersihkan harta kita
Mei 11th, 2008 at 12:12 am
Fany
kadang kita yang diberi rejeki lebih malah suka lupa ya ngucapin syukur untuk hal-hal kecil…

(kita? kamu doank kali, fan..).