coba-lagi-copy.jpg

Iklan sebuah perusahaan pengiriman uang internasional ini ada dimana-mana. Direct to bank - Philippines! Setidaknya di seputaran Orchad bertebaran iklan ini. Banyaknya iklan ini menunjukkan bahwa orang Philipina merupakan warga asing yang memiliki arti penting.

Dimana mereka bekerja? Kulit mereka yang kuning langsat dan bermata sipi, tak dapat saya bedakan dengan etnis china. Menurut cerita sopir taksi beretnis india berkewarga-negaraan singapura yang saya tumpangi menuju bandara, orang Philipina ini ada dimana-mana. Sebagian besar di sektor jasa. Mulai dari pekerja hotel, bisnis hiburan dan juga seks! Untuk urusan terakhir, wanita asal Indonesia menempati urutan kedua setelah mereka.

Di malam hari setelah jam toko tutup, Orchard hanya diramaikan bisnis huburan malam dan prostitusi. Transaksi ada dijalanan, meski sebenarnya yang ini ilegal. Di depan pintu diskotek atau bar, dekat tong sampah. Bergerombol beberapa orang yang sebagian besar wanita. Sambil menenggak bir dan merokok. Wanita Philipina, siapa lagi kalo bukan.

Rokok di Singapura merupakan barang mahal. Sekitar 14-18 Dollar Singapura sebungkusnya. Dengan kurs Rp 6.500,- sedolar, maka harga rokok sebungkus kira kira seratus ribu lebih. Cukup malah bukan? Hanya mereka yang lumayan makmur yang bisa melakukannya. Maka dapat dimengerti jika aliran dana ke Philipina sangat deras. Dimana banyak permintaan, disitu ada barang (dan jasa).