
dasar sial! hasil jepret sana jepret sini sejak pagi dimulai dari cengkareng hingga tumasek hingga menjelang tulisan ini dibuat, hilang dalam sekejap gara-gara utak-atik sok tahu dan akhirnya tak senagaja kepencet tombol format. asyem!
padahal banyak momen yang bisa disampaikan melalui gambar hasil jepretan. tentang tukang-tukang servis pesawat yang pijet-pijetan di bawah bayangan pesawat dalam panasnya udara cengkareng. tentang awan-awan hampir sepanjang penerbangan. tentang MRT temasek yang menakjubkan. dan tentang orchard road yang top markotop. karena itu semua ndak ada fotonya, anggep saja saya lagi ngimpi.
soal cengkareng dan awan-awan, sampeyan pasti bosen. langsung saja cerita soal temasek. pesawat yang saya tumpangi berangkat pukul 10:05, terlambat dari jadwal 08:30 dan baru sampai di tujuan pada pukul 11:30.
begitu mendarat di changi, saya memasang mata lebar-lebar. saya sangat pengin tahu, mengapa negeri mini ini konon bisa mengatasi negeri kita dalam berbagai hal, semua mafhum. pertama keluar dari pesawat, hujan baru saja reda. tanpa tiupan angin dan matahari bnersinar terik, hawa temasek tak jauh beda dengan jakarta. sumuk. keluar dari lorong kedatangan, perbedaan belum begitu terasa. kecuali bahwa changi memang jauh lebih besar dan lebih modern plus lebih hijau. antrian di bagian imigrasi mengular, pemeriksaan pun lebih ketat dari cengkareng.
selesai pengambilan barang, saya dan teman sepabrik (yang berangkat hari minggu cuman 2 orang) memutuskan menggunakan MRT. itung-itung pengin perbandingan dengan busway. langkah pertama membeli tiket. pembelian disini dilayani mesin yang berderet, termasuk uang kembaliannya. penjaga yang bertugasa hanya 1 orang, mungkin disediakan buat orang seperti saya yang masih nunak nunuk. setelah dijelaskan sewajarnya. saya mencoba memasukkan uang 50 $. untuk 2 orang dengan tujuan orchard, harganya sejumlah 5,4 $. lebih mahal 1,4 $ dari keterangan petugas. entahlah. dari petugas tersebut saya juga mendapat keterangan, untuk mencapai orchard harus berganti 2 kali. pertama di tanah merah, dan kedua di city hall dan turun langsung di orchard road.
MRT memang benar benar nyaman. kini saya sudah merasakan sendiri, ndak perlu minta didongengi pakde. gap antara MRT dan tempat melangkah penumpang bisa dikatakan ndak ada. wong saya narik koper beroda saya ndak perlu diangkat. coba bandingkan dengah busway. jarak badan bus dan tempat melangkah terkadang hingga setengah meter. disini mulus. volume penumpangnya pun jauh lebih banyak. mungkin karena hari minggu, sebagian besar wanitanya berpakaian seksi dan wangi. bercelana pendek atau rok mini, perut terbuka, belahan depan memperlihatkan apa yang seharusnya, sebagian backless. mereka bercakap cakap dalam bahasa yang beragam. kebanyakan china, sebagian india, sebagian melayu dan sebagian kecil inggris. kaum prianya? maap, saya lupa perhatikan. hehehehe.
sesampai di orchard, hujan luar biasa deras. terpaksa kami menunggu. sambil menunggu hujan reda, kami mencari tahu letak losmen kamin. jebul ternyata, cuman sekitar 200 meteran dari stasiun. begitu gerimis mereda, kami langsung jalan. bukannya mereda, hujan kembali turun dengan derasnya. alhasil, sesampai hotel kami kebasahan, kedinginan dan kepala terasa pening. setelah mandi, kawan saya mengajak berkeliling orchard. orchard kelihatannya salah satu pusat belanja di negeri singa ini. deretan mall besar berjejer dengan rapi, sangat bersih dan modern. pohon-pohon besar tumbuh sepanjang jalan ini (kalau tak salah, hampir di semua tempat yang lowong di temasek, selalu ditumbuhi pohon).
iseng-iseng kami memasuki pusat-pusat perbelanjaan itu. ternyata, harganya mahal pol. baju rata-rata 100 $, kira-kira rp 650 ribu. mending beli di jakarta, dengan harga seperempatnya saja, kualitas yang sama sudah bisa dibeli. ya sudah, kami cuma keliling sampai kaki pegel tanpa membeli barang sedikit pun. kecuali makan siang di mas donald (karena belum dapat jatah makan siang). sehabis keliling, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, kami memutuskan balik ke losmen untuk makan malam dan istirahat sebentar. saya sempat tertidut setengah jaman, sedang teman saya katanya mau tidur sejam. lha bukannya sejam, temen saya malah ndak mau bangun setelah nempel bantal. akhirnya, saya memutuskan jalan sendiri. pengin tahu bagaimana orchard di waktu malam. waktu sudah menunjukkan pukul 21:20.
orchard di waktu malam sepi. cuman lampu berkelap-kelip meriah diantara pohon-pohon besar sepanjang orchard menyambut natal. namun ada yang tak begitu nampak di siang hari, menjadi sangat kentara di malam hari. bisnis begituan. dalam jarak sekitar 200 meteran saja saya sudah menjumpai banyak hal demikian. wanitanya kebanyakan berkulit kuning, prianya kebanyakan bule. selebihnya orchard tak menarik diatas jam 22:00. saya memutuskan nongkrong saja di sudut lampu merah sambil utak-atik kamera. maksud hati pengin mencoba night shot, lha jebul kepencet tombol format tak sengaja. saya memaki dalam hati. kesal, saya balik ke penginapan.
mau tidur belum juga ngantuk, akhirnya saya ke ke warnet losmen. usut punya usut, semua fasilitas internet di penginapan ini gratis. sudah gitu, hot spot pula. coba bandingkan dengan penginapan-penginapan di jakarta. biaya sewa per jamnya bisa untuk makan sekeluarga. di sini disediakan komputer dan gratis pula….
ya, kini saya mulai sedikit mengerti mengapa temasek lebih maju dari negeri kita. negara kota ini begitu teratur, bersih, modern dan sangat memanjakan pengunjungnya.
Ditulis 9 Desember 2007, diambil dari sini.

No comments
Comments feed for this article